It’s not what you say….

“It’s not what you say, it’s what people hear.” Dr. Frank Luntz

“Yang penting adalah bukan apa yang anda katakan, tetapi apa yang orang dengar.”

Slogan di atas datang dari Dr. Frank Luntz, seorang konsultan di bidang bisnis dan politik. Beliau juga adalah seorang penyurvey dan penganalisa hasil survey yang terkenal. Beliau adalah penulis buku berjudul Words That Work. Buku ini menekankan aspek-aspek di mana kata-kata dapat digunakan untuk mempengaruhi dan memotivasi secara efektif.

Unik memang apa yang dikatakan beliau di atas, tetapi itu benar adanya. Sering kali kita terlalu fokus dengan pesan yang kita katakan sehingga kita melupakan kalau pesan yang kita katakan belum tentu menjadi pesan yang didengar oleh si pendengar.

Menurut beliau, kita boleh-boleh saja percaya bahwa kita memiliki pesan/ informasi yang terbaik untuk orang lain. Tetapi, pesan terbaik ini belum tentu menjadi pesan yang terbaik, ataupun berguna, bagi si pendengar. Yang menjadi faktor penentu di sini adalah kata-kata yang kita gunakan dalam menyampaikan pesan kita.

Si pendengar akan selalu mengartikan apa yang mereka dengar melalui filter emosi, filter pre-konsepsi, filter prejudis, dan filter prinsip-prinsip yang sudah ada pada diri si pendengar sejak kecil. Maka dari itu, kunci dari proses komunikasi yang sukses, dimana informasi yang diterima sama dengan informasi yang dikirim, adalah bagi kita untuk bisa berpikir dan beremosi seakan-akan kita adalah si pendengar sendiri. Kita mesti memindahkan fokus kita ke domain si pendengar dan menyesuaikan kata-kata yang kita gunakan agar si pendengar dapat menerima pesan itu dengan benar. Penting sekali bagi kita untuk dapat mengerti bagaimana si pendengar menginterpretasikan kata-kata yang kita sampaikan. Tentu saja, konsep ini berlaku untuk bahasa tulis dan juga verbal.

Saat ini, kemampuan kita untuk berkomunikasi secara efektif adalah sebuah soft-skills yang amat penting. Sering kali, kesuksesan kita dalam menaiki tangga karir atau menjalani hidup ditentukan oleh skil yang satu ini. Dari kata-kata yang digunakan oleh seseorang, kita dapat, kurang lebih, mengukur dan membedakan apakan orang tersebut adalah orang sukses atau tidak.

Contoh sederhana dari konsep ini dapat dibaca di post berjudul Korban SMS: Salah Bahasa, Runyam Jadinya dari blog KataMata. Artikel yang menarik dengan kisah nyata yang kocak. Selamat menikmati..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: