Katakan Tidak Pada “Tidak”

Juni 29, 2007

Setelah “off” beberapa minggu karena banyak kesibukan di kantor dan pribadi, akhirnya hari ini saya sempat memberi update pada Mutiara Dalam Kata.

Posting hari ini saya ambil dari iklan Shell di majalah Fortune edisi 25 Juni 2007. Iklan yang unik dan menarik ini diberi judul: SAY NO TO NO. Kalau diartikan adalah “Katakan Tidak Pada Tidak”. Iklan ini berlatar-belakang sebuah papan tulis besar penuh tulisan (iklan ini menggunakan 2 halaman majalah). Di halaman sebelah kiri, ada artikel pendek yang akan saya share di sini. Sementara itu halaman di sebelah kanan menunjukan seorang wanita sedang menulis menghadap papan.

Tulisan pendek di halaman sebelah kiri itu adalah sebagai berikut:

Isn’t it high time someone got negative about negativity? Yes it is. Look around. The world is full of things that, according to nay-sayers, should never have happened.

“Impossible.”, “Impractical.”, “No.”

And yet, “yes.”

Yes, continents have been found. Yes, men have played golf on the moon. Yes, straw is being turned into biofuel to power cars.

Yes, yes, yes.

What does it take to turn no into yes? Curiosity. An open mind. A willingness to take risks. And, when the problem seems most insoluble, when the challenge is hardest, when everyone else is shaking their heads to say: let’s go.

Real energy solutions for the real world.

www. shell.com/ realenergy.

Kalau ditranslasikan:

Bukankah sekarang lagi trendi bagi seseorang untuk bersikap negatif tentang hal-hal yang negatif? Jawabannya YA.

Baca entri selengkapnya »


Rumus Sederhana Berprestasi…

Juni 11, 2007

“The mathematics of high achievement can be stated by a simple formula. Begin with a dream. Divide the problems and conquer them one by one. Multiply the exciting possibilities in your mind. Substract all the negative thoughts to get started. Add enthusiasm. Your answer will be the attainment of your goal.” ~ Robert H. Schuller

 ”Matematika untuk prestasi tinggi dapat dinyatakan dengan sebuah rumus yang sederhana. Mulailah dengan sebuah cita-cita/ tujuan/ mimpi. Bagilah masalah-masalah yang ada menjadi bagian-bagian kecil dan taklukkanlah satu demi satu. Kalikanlah dengan kemungkinan-kemungkinan yang positif dalam pikiran anda. Kurangkanlah semua pikiran-pikiran yang negatif untuk memulai. Tambahkanlah antusiasme. Jawabannya adalah pencapaian cita-cita/ tujuan/ mimpi anda.”

Menarik bukan slogan di atas? Slogan tersebut datang dari Robert H. Schuller dalam bukunya Hours Of Powers. Semoga berguna bagi para pembaca untuk memulai perhitungan prestasi tinggi anda.

Ingatlah selalu untuk memulai dengan sebuah cita-cita, sebut saja cita-cita W. Kemudian bagi masalah-masalah yang dihadapi menjadi bagian-bagian kecil yang mudah untuk diatasi dan taklukkanlah semuanya satu per satu. Walaupun terkesan sederhana, langkah pemecahan yang satu ini sangat penting. Sering kali kita cepat menyerah ketika menemui masalah-masalah yang terkesan sulit karena ukurannya besar. Namun, jika kita berani mengambil satu langkah saja ke depan dengan membagi masalah-masalah tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang bisa kita taklukan, kita akan terkejut melihat masalah yang besar tersebut akan dengan mudah dipecahkan. Hasil pembagian ini adalah bilangan X.

Kemudian kalikanlah bilangan X ini dengan kekuatan pikiran kita yang akan menghasilkan daya kreativitas tinggi untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan positif lainnya yang berkaitan dengan tujuan/ cita-cita kita. Hasil perkalian ini adalah bilangan Y.

Selanjutnya, kita kurangi bilangan Y ini dengan cara menghilangkan semua pikiran-pikiran negatif yang akan menghambat proses mulainya pencapaian prestasi kita. Sekarang kita dapatkan bilangan Z.

Akhirnya, tambahkanlah  bilangan Z ini dengan antusiasme. Hasil akhirnya adalah tercapainya cita-cita anda….Semoga berguna dan selamat mencoba…~


The 5th lesson – Bedah “Defining Success”

Mei 30, 2007

Hari ini kita kembali meninjau pidato penuh inspirasi dari Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India. Sampai saat ini, sudah ada 4 poin penting disarikan dari pidato beliau. Kali ini, mari kita beranjak ke pelajaran ke lima.

Dalam pidatonya, beliau mengatakan:

Imagination is everything. If we can imagine a future, we can create it, if we can create that future, others will live in it. That is the essence of success.

Yang berarti:

“Imajinasi adalah segalanya. Jika kita dapat berimajinasi tentang masa depan, kita dapat menciptakannya. Jika kita dapat menciptakan masa depan itu, orang lain akan tinggal di dalamnya. Inilah intisari dari kesuksesan.”

Dari pernyataan beliau, terlihat jelas bahwa beliau menekankan betapa pentingnya daya imajinasi. Imajinasi adalah segalanya. Coba kita renung sejenak. Kehidupan manusia di segala aspek hingga detik ini lahir terlebih dahulu di dalam otak orang-orang dimasa lalu, melalui daya imajinasi mereka yang konstruktif dan positif. Kata kuncinya adalah: Konstruktif dan Positif.

Setiap manusia secara tidak sadar telah menggunakan daya imajinasinya setiap hari. Yang membedakan antara orang yang sukses dan yang belum sukses adalah kontrol. Mereka yang sukses mampu mengontrol dan mengarahkan daya imajinasi mereka ke hal-hal yang konstruktif dan positif tentang masa depan mereka.

Dalam bukunya, The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey juga menekankan pentingnya daya imajinasi melalui Habit kedua, yaitu: Begin With the End in Mind atau mulailah dengan membayangkan “akhir” dari suatu aktivitas di otak kita.

Daya imajinasi, sekali lagi, sangatlah penting karena skil ini sangat membantu kita menentukan tujuan/ goal kita, sejelas-jelasnya dan sedetil-detilnya. Semakin jelas dan detil kita dapat “melihat” tujuan akhir kita dalam kepala kita, semakin tinggi peluang kita untuk mencapainya. Namun di sisi lain, kita pun dituntut untuk dapat secara sadar dan bertanggung jawab mengontrol dan mengarahkan imajinasi-imajinasi kita ke hal-hal yang konstruktif dan positif yang berkaitan dengan masa depan kita….


The 4th Lesson – Bedah “Defining Success”….

Mei 22, 2007

Hari ini akan diulas pelajaran ke-4 yang diambil dari pidato penuh makna Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer di MindTree Consulting, India. Pidato lengkapnya dapat dibaca di sini.

“Till date, I measure my success in terms of that sense of larger connectedness. ~ Subroto Bagchi

“Sampai saat ini, saya mengukur kesuksesan dengan merasakan koneksi dengan sesuatu yang lebih besar.”

Kata-kata beliau di atas dilatarbelakangi oleh pengalaman yang beliau dapat ketika masi kecil. Pada saat itu, beliau harus mengikuti sang ibu yang berpindah ke kota lain untuk menemani abang beliau yang menjadi guru di kota tersebut. Pada tahun 1965, India akan berperang dengan Pakistan. Sang ibu, yang sudah menderita katarak pada matanya, merasa penting sekali pada saat itu untuk mengikuti berita tentang hubungan antara kedua negara tersebut. Karena kelainan pada matanya dan karena ada perbedaan bahasa antara bahasa asli sang ibu dengan bahasa di daerah tersebut, sang ibu pun meminta Pak Subroto Bagchi untuk membacakan koran setiap pagi, dari halaman awal sampai akhir.

Baca entri selengkapnya »


Bedah “Defining Success” – The 3rd Lesson….

Mei 16, 2007

Berikut adalah pelajaran ketiga dari sepuluh pelajaran penting yang didapat dari pidato penuh makna Pak Subroto Bagchi, Chief Operating Officer dari MindTree Consulting India. Pidato selengkapnya dapat dibaca di sini.

OK, pelajaran ketiga berikut ini beliau dapatkan dari sang ibu.

“I have to create a bloom in a desert and whenever I am given a new place, I must leave it more beautiful than what I had inherited”. That was my first lesson in success. It is not about what you create for yourself, it is what you leave behind that defines success.

Kalau diartikan:

“Saya harus membuat bunga mekar di gurun dan dimanapun saya diberikan tempat yang baru, saya mesti meninggalkannya dengan keadaan yang lebih cantik dari apa yang saya dapatkan pertama kali.”. Itu adalah pelajaran pertama saya tentang kesuksesan. Yang penting bukan apa yang anda ciptakan untuk anda sendiri, tetapi apa yang anda tinggalkanlah yang mendefinisikan kesuksesan.

Baca entri selengkapnya »


Membedah Defining Success… The 2nd Lesson

Mei 14, 2007

Postingan hari ini masih membahas pidato yang penuh makna dari Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India, tentang Mendefinisikan Kesuksesan. Pidato selengkapnya dapat dibaca di sini. Kali ini kita beranjak ke pelajaran kedua yang bisa disarikan dari pidato beliau.

Tiga kalimat berikut mengandung pelajaran kedua yang beliau dapatkan dari sang ayah.

“You should leave your newspaper and your toilet, the way you expect to find it”. That lesson was about showing consideration to others. Business begins and ends with that simple precept.

Yang artinya:

“Anda harus meninggalkan koran (setelah anda membacanya) dan toilet (setelah anda menggunakannya) dengan keadaan yang sama seperti yang anda inginkan ketika anda akan menggunakannya.” Pelajaran ini menekanan bagi kita untuk memberi perhatian terhadap orang di sekitar kita. Bisnis dimulai dan diakhiri dengan prinsip yang sederhana tersebut.

Baca entri selengkapnya »


Membedah Defining Success… The 1st Lesson

Mei 13, 2007

Berikut ini adalah pelajaran pertama yang bisa aku ekstrak dari pidato Pak Subroto Bagchi yang berjudul “Defining Success”.

Pelajaran pertama ada dalam 2 kalimat berikut.

To me, the lesson was significant – you treat small people with more respect than how you treat big people. It is more important to respect your subordinates than your superiors.

Yang berarti:

“Bagi saya, pelajaran itu sangatlah penting – anda memperlakukan orang-orang kecil dengan respek yang justru lebih besar dari pada anda memperlakukan orang-orang yang besar (kecil dan besar di sini berarti kedudukan, bukan ukuran badan). Adalah lebih penting untuk menghormati bawahan-bawahan anda dari pada atasan-atasan anda. “

Dalam pidato beliau, beliau menceritakan di mana sang ayah mengajarkan pada beliau untuk memanggil sopir ayahnya dengan panggilan “dada” yang berarti paman, diikutin dengan nama si sopir.

Pelajaran yang sama beliau praktekan pada kedua anak perempuannya. Beliau bangga pada kedua anaknya karena kedua anak beliau dapat menghidupi pelajaran ini sampai mereka dewasa.

Baca entri selengkapnya »


“Mendefinisikan Kesuksesan” Oleh Subroto Bagchi

Mei 13, 2007

Berikut adalah pidato penyambutan yang sangat menyentuh hati, dibawakan oleh Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, Subroto Bagchi, pada tanggal 2 Juli 2004, dihadapan kelas yang masuk tahun 2004 dari Indian Institute of Management, Bangalore, India.

Pidato di bawah ini masih dalam bahasa Inggris. Pada postingan berikutnya, aku akan ringkas poin-poin penting tentang definisi Kesuksesan, menurut beliau.

-Defining Success-

“I was the last child of a small-time government servant, in a family of five brothers. My earliest memory of my father is as that of a District Employment Officer in Koraput, Orissa. It was and remains as back of beyond as you can imagine. There was no electricity; no primary school nearby and water did not flow out of a tap. As a result, I did not go to school until the age of eight; I was home-schooled.

My father used to get transferred every year. The family belongings fit into the back of a jeep – so the family moved from place to place and, without any trouble, my Mother would set up an establishment and get us going. Raised by a widow who had come as a refugee from the then East Bengal, she was a matriculate when she married my father.

My parents set the foundation of my life and the value system which makes me what I am today and largely defines what success means to me today.

As District Employment Officer, my father was given a jeep by the government. There was no garage in the Office, so the jeep was parked in our house. My father refused to use it to commute to the office. He told us that the jeep is an expensive resource given by the government – he reiterated to us that it was not ‘his jeep’ but the government’s jeep. Insisting that he would use it only to tour the interiors, he would walk to his office on normal days. He also made sure that we never sat in the government jeep – we could sit in it only when it was stationary. That was our early childhood lessons in governance – a lesson that corporate managers learn the hard way, some never do.

Baca entri selengkapnya »


Apa sih definisi KESUKSESAN?

April 26, 2007

“Success is something you attract by the person you become.”

Kalau diartikan:

“Kesuksesan adalah sesuatu yg anda tarik/ dapatkan oleh diri anda yg layak untuk mendapatkannya.”

—————————————————————————————–

Berikut adalah sedikit ulasan tentang kata bijak diatas. Sebenarnya, banyak orang mengejar kesuksesan tanpa mengerti apa arti kesuksesan sebenarnya buat mereka pribadi. Mereka berlari, dan terus berlari, mengejar sesuatu belum tentu berarti atau sesuatu yg bukan mereka cari.

Sungguh, arti kata kesuksesan pasti berbeda dari orang yg satu dengan yg lainnya. Kalau diminta untuk memilih definisi kata kesuksesan, saya lebih memilih definisi yg diberikan oleh Jim Rohn seperti disebutkan di atas.

Kalau ditelaah lagi, ternyata sukses itu bukanlah sesuatu yg bisa kita kejar. Ibarat mengejar kupu-kupu, kita tahu benar betapa sulitnya mengejar kupu-kupu, kan? Sukses itu sebenarnya sesuatu yg kita tarik/ undang ke dalam hidup kita, dengan syarat: kita menjadi seseorang yg layak mendapatkannya.

Bagaimana untuk menjadi seseorang yg layak untuk medapatkan kesuksesan? Jawabannya mudah: Kembangkanlah diri anda sebesar-besarnya.

Menurut Jim Rohn, slogan di atas adalah sebuah awal di mana konsep personal development (pengembangan diri) dimulai. Jika kita mulai mengadopsi dan menghidupi slogan di atas, maka proses pengembangan diri kita pun dimulai.