Sebersih Kristal….

Mei 31, 2007

Crystal Clear Posting hari ini disarikan dan diterjemahkan dari artikel berjudul: Developing Clarity for Phenomenal Success (Mengembangkan Kejelasan untuk Kesuksesan yang Luar Biasa) yang ditulis oleh Mark Victor Hansen. Mark Victor Hansen , bersama Jack Canfield, adalah pencetus ide dan pengarang buku-buku seri Chicken Soup for the Soul.

 

Mengembangkan Kejelasan untuk Kesuksesan yang Luar Biasa

Ketika anda bertanya pada rekan anda, hidup seperti apa yang mereka inginkan, jawaban yang biasa diberikan adalah: “Saya ingin hidup bahagia.” Kita semua ingin hidup bahagia, tetapi ini belum begitu spesifik. Orang yang hidup di sebuah pondok dari rumput, di tengah hutan, hanya mengenakan dedaunan sebagai pakaiannya bisa hidup bahagia. Jika inilah yang anda inginkan, tidak masalah. Tetapi, sedikit orang yang saya kenal akan puas dengan gaya hidup yang demikian.

Tidak ada dua orang di planet ini mendefinisikan kebahagiaan, cinta atau kesuksesan secara sama. Kita perlu mendefinisikan hal-hal ini bagi kita dan menentukan apa yang kita inginkan untuk mendapatkan hidup yang sempurna. Jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan, bagaimana kita bisa mendapatkannya?

Kita perlu untuk lebih spesifik dengan hasrat kita. Kita perlu memperkembangkan sebuah gambaran tentang hidup yang kita inginkan yang jelas dan ringkas. Hanya dengan demikian kita dapat mewujudkan hidup yang kita impikan menjadi sebuah kenyataan.
Baca entri selengkapnya »


The 5th lesson – Bedah “Defining Success”

Mei 30, 2007

Hari ini kita kembali meninjau pidato penuh inspirasi dari Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India. Sampai saat ini, sudah ada 4 poin penting disarikan dari pidato beliau. Kali ini, mari kita beranjak ke pelajaran ke lima.

Dalam pidatonya, beliau mengatakan:

Imagination is everything. If we can imagine a future, we can create it, if we can create that future, others will live in it. That is the essence of success.

Yang berarti:

“Imajinasi adalah segalanya. Jika kita dapat berimajinasi tentang masa depan, kita dapat menciptakannya. Jika kita dapat menciptakan masa depan itu, orang lain akan tinggal di dalamnya. Inilah intisari dari kesuksesan.”

Dari pernyataan beliau, terlihat jelas bahwa beliau menekankan betapa pentingnya daya imajinasi. Imajinasi adalah segalanya. Coba kita renung sejenak. Kehidupan manusia di segala aspek hingga detik ini lahir terlebih dahulu di dalam otak orang-orang dimasa lalu, melalui daya imajinasi mereka yang konstruktif dan positif. Kata kuncinya adalah: Konstruktif dan Positif.

Setiap manusia secara tidak sadar telah menggunakan daya imajinasinya setiap hari. Yang membedakan antara orang yang sukses dan yang belum sukses adalah kontrol. Mereka yang sukses mampu mengontrol dan mengarahkan daya imajinasi mereka ke hal-hal yang konstruktif dan positif tentang masa depan mereka.

Dalam bukunya, The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey juga menekankan pentingnya daya imajinasi melalui Habit kedua, yaitu: Begin With the End in Mind atau mulailah dengan membayangkan “akhir” dari suatu aktivitas di otak kita.

Daya imajinasi, sekali lagi, sangatlah penting karena skil ini sangat membantu kita menentukan tujuan/ goal kita, sejelas-jelasnya dan sedetil-detilnya. Semakin jelas dan detil kita dapat “melihat” tujuan akhir kita dalam kepala kita, semakin tinggi peluang kita untuk mencapainya. Namun di sisi lain, kita pun dituntut untuk dapat secara sadar dan bertanggung jawab mengontrol dan mengarahkan imajinasi-imajinasi kita ke hal-hal yang konstruktif dan positif yang berkaitan dengan masa depan kita….


Memilih Mati Atau Memilih Hidup….

Mei 27, 2007

“Anda tidak dapat memilih bagaimana anda akan mati. Atau kapan. Anda hanya dapat memilih bagaimana anda akan menjalani hidup. Sekarang.” ~ Joan Baez

“You don’t get to choose how you’re going to die. Or when. You can only decide how you’re going to live. Now.”

Kata-kata mutiara hari ini datang dari Joan Baez, seorang penyanyi dan pengarang lagu dari Amerika Serikat. Website resmi beliau dapat dikunjungi di sini.

Beliau menekankan kenyataan yang paling mendasar dalam hidup, bahwa kita memang tidak akan bisa menentukan kapan dan bagaimana kita beranjak dari dunia ini. Kapan dan bagaimana kita pergi dari dunia ini adalah sesuatu yang diluar kontrol kita sebagai manusia.

Karena itu, akan jauh lebih baik jika kita memfokuskan pikiran dan usaha kita ke hal-hal yang di dalam kontrol kita sebagai manusia. Bagaimana kita menjalani hidup kita sekarang adalah sesuatu hal dimana kita memiliki kontrol penuh.

Karena kita hanya memiliki satu hidup (setidaknya di bumi ini), mengapa tidak kita isi hidup kita dengan hal-hal yang berguna, hal-hal yang baru, menarik dan memperkaya pengalaman kita. Mengapa tidak kita coba untuk mengetahui sampai sejauh mana kita dapat melangkah. Sampai sejauh mana kita dapat belajar. Dan lain-lain….

Maka dari itu, mulailah untuk seize the day dan ini dimulai sekarang…~


Kontes yang sebenarnya adalah…

Mei 24, 2007

“Kontes yang sebenarnya adalah selalu antara apa yang sudah anda lakukan dan apa yang mampu anda lakukan. Anda mengukur diri anda terhadap anda sendiri dan bukan terhadap orang lain.”

Itu lah yang dikatakan oleh Geoffrey Gaberino, seorang perenang estafet gaya bebas dari USA, yang mendapatkan medali emas di Olimpiade musim panas tahun 1984.

The real contest is always between what you’ve done and what you’re capable of doing. You measure yourself against yourself and nobody else.” ~ Geoffrey Gaberino

Pesan beliau adalah bagi kita untuk selalu ingat kalau hidup kita bak sebuat kontes, antara dua orang saja, yakni diri kita saat ini dan diri kita yang mungkin jika kita berhasil mencapai suatu cita-cita/ tujuan hidup.

Beliau juga berpesan supaya kita tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, karena:

1/ secara tidak sadar, kita menggunakan orang lain tersebut sebagai sumber motivasi kita. Jika orang tersebut tiba-tiba tiada, maka kita akan hilang arah dan kehilangan sumber motivasi.

2/ kita akan selalu dikecewakan oleh kenyataan bahwa akan selalu ada orang lain yang “lebih” dari diri kita saat ini.

Oleh karena itu, gunakanlah diri anda sendiri sebagai tolok ukur. Dengan demikian, anda akan terus mendapatkan sumber motivasi dan inspirasi secara otomatis dari dalam diri anda sendiri setiap kali anda mencapai suatu cita-cita/ tujuan, tidak masalah seberapa kecil hal itu.

Ingatlah selalu, hidup ini adalah sebuah kontes, kontes yang amat penting sekali bagi diri anda. Kontes ini akan kekal adanya selama anda masih bernafas di dunia ini. Hanya ada dua peserta dalam kontes ini, diri anda adalah salah satunya. Sebelum kontes dimulai, tentukanlah siapa satu peserta lainnya. Tugas anda, mengalahkan peserta tersebut. Setelah anda berhasil memenangkan kontes ini, beristirahatlah sejenak. Setelah anda siap, tentukanlah satu peserta lainnya untuk berkontes. Dan begitu seterusnya. Dengan demikian, kita akan menjadikan hidup kita sebuah perjalanan menarik tak terlupakan yang penuh kemenangan dan kesuksesan…~


The 4th Lesson – Bedah “Defining Success”….

Mei 22, 2007

Hari ini akan diulas pelajaran ke-4 yang diambil dari pidato penuh makna Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer di MindTree Consulting, India. Pidato lengkapnya dapat dibaca di sini.

“Till date, I measure my success in terms of that sense of larger connectedness. ~ Subroto Bagchi

“Sampai saat ini, saya mengukur kesuksesan dengan merasakan koneksi dengan sesuatu yang lebih besar.”

Kata-kata beliau di atas dilatarbelakangi oleh pengalaman yang beliau dapat ketika masi kecil. Pada saat itu, beliau harus mengikuti sang ibu yang berpindah ke kota lain untuk menemani abang beliau yang menjadi guru di kota tersebut. Pada tahun 1965, India akan berperang dengan Pakistan. Sang ibu, yang sudah menderita katarak pada matanya, merasa penting sekali pada saat itu untuk mengikuti berita tentang hubungan antara kedua negara tersebut. Karena kelainan pada matanya dan karena ada perbedaan bahasa antara bahasa asli sang ibu dengan bahasa di daerah tersebut, sang ibu pun meminta Pak Subroto Bagchi untuk membacakan koran setiap pagi, dari halaman awal sampai akhir.

Baca entri selengkapnya »


Bunga Mawar Berduri Atau Duri Berbunga Mawar…?

Mei 21, 2007

“You can complain because roses have thorns, or you can rejoice because thorns have roses” ~Zig Ziglar

“Anda bisa mengeluh karena bunga mawar berduri, atau anda bisa bergirang karena duri memiliki bunga mawar.”

Slogan di atas datang dari Zig Ziglar, seorang pengarang buku yang sukses. Beliau juga adalah seorang pembicara tentang motivasi dan seorang ahli dibidang penjualan.

Red RoseZig Ziglar dengan slogan di atas mencoba menekankan konsep pemikiran secara positif (positive thinking). Dua orang dapat berpendapat yang jauh berbeda tentang suatu benda atau suatu kejadian yang sama. Yang satu bisa memusatkan perhatiannya ke hal-hal yang negatif yakni mengeluh tentang mawar yang berduri. Di sini yang menjadi pusat pemikiran justru durinya. Yang lain bisa memusatkan perhatiannya ke hal-hal yang justru positif yakni bergirang karena duri memiliki bunga mawar. Kali ini, yang menjadi pusat pemikiran adalah bunga mawarnya. Kedua-duanya membicarakan sebuah objek yang sama, tetapi memiliki sudut pandang yang jauh berbeda.

Dalah hidup, kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari kaca mata yang positif adalah sangat penting untuk dimiliki dan terus dikembangkan oleh setiap orang yang ingin bertumbuh dalam hidupnya.

Anda dapat membayangkan apa saja yang mungkin didapat jika anda memusatkan perhatian anda pada hal-hal berikut ini:

1. Kesempatan daripada masalah.

2. Kekuatan/ kelebihan daripada kelemahan diri anda.

3. Apa yang dapat anda lakukan daripada apa yang tidak dapat anda lakukan.

Tentunya anda akan menemukan lebih banyak lagi hal-hal yang mungkin anda dapat dengan memilih untuk berpikir secara positif. Kata kunci di sini adalah “memilih“, karena kemampuan untuk melihat duri yang memiliki mawar bukan sesuatu talenta, melainkan sesuatu skil yang dapat dikembangkan, tidak masalah siapa anda atau apa yang anda kerjakan sekarang.

Maka dari itu, bergiranglah karena duri pun memiliki bunga mawar yang indah! ~


Cinta dan Api….

Mei 18, 2007

heart of fireLove is a fire – but whether it’s going to warm your heart or burn down your house, you can never tell.” ~ Joan Crawford

Cinta adalah api – tapi apakah api ini akan menghangatkan hatimu atau membakar hancur rumahmu, kamu tidak akan dapat menentukannya.”

By the way, posting hari ini agak menyimpang dari pembahasan tentang “Defining Success” yang sudah menjadi topik utama dari 4 posting terakhir. Hari ini, mari kita bahas tentang CINTAiya, CINTA….you know, it’s Friday night….malam indah (selain malam minggu) untuk merenung sejenak tentang CINTA.

Kata-kata Joan Crawford adalah benar adanya. Beliau meminjam arti dan kelakuan api untuk menjelaskan sesuatu, yang aku yakin adalah rasa yang abstrak hampir bagi setiap orang.

Iya, CINTA itu indah, CINTA itu nyaman, CINTA itu hangat….bak api kecil yang menghangatkan hati kita. Seorang cowo/ cewe rela kok untuk menempuh ribuan kilometer demi CINTA-nya. Walaupun dijalan bertemu dengan cuaca dingin atau panas, kalau ada CINTA di hati, tidak akan masalah bagi dia. CINTA akan memberi kenyamanan di cuaca panas, dan CINTA pula yang akan menghangatkan di kala cuaca dingin. Ajaib memang rasa yang satu ini….bak bensin bagi mesin mobil….tanpa bensin, mesin mobil tidak ada bertenaga untuk memutar roda…Tanpa CINTA, hati akan terasa hampa….ada sesuatu yang kurang….kita tidak tahu mau beranjak kemana. Aneh yah??

Nah, skarang jadi ingat pepatah dari bibinya Spiderman

Great power comes with great responsibility – dengan kekuasaan yang besar, datanglah tanggung jawab yang tidak kalah besar.

Kalau sudah ada CINTA di hati kita, kita juga dituntut untuk secara bertanggung jawab mengelola dan mengontrol CINTA.

Pernah sakit hati? Heartbreak? Kalau pernah mengalami, kita tahu betapa tidak nyamannya rasa itu, betapa hati ini panas dingin tidak menentu. Kalau ditilik lagi, semua perasaan yang tidak nyaman ini tidak perlu kita alami kalau kita memilih untuk tidak memiliki CINTA dalam hati kita, iya bukan? Banyak orang pun jadi takut menCINTAi karena takut sakit hati.

Kalau orang tahu betapa tidak nyamannya kalau sakit hati karena CINTA, kenapa orang-orang masi tetap memilih CINTA? Yah….skali lagi, memang aneh tapi beginilah kenyataannya…

CINTA, bak api, bisa jadi penghangat hati atau pembakar lebur rumah kita. Apapun CINTA bagi kita saat ini skarang, terimalah CINTA dengan sepenuh hati. Manusia adalah makhluk Tuhan yang pada dasarnya butuh mencintai dan dicintai….sepanjang hidupnya.

Well…it’s Friday night…malam yang cocok untuk merayakan arti CINTA bagi kita masing-masing….renungkanlah…nikmatilah hangatnya….terimalah secara tulus panas atau dinginnya….karena setelah kita mengalami itu semua, bukankah kita akan makin mengenal CINTA…??


Bedah “Defining Success” – The 3rd Lesson….

Mei 16, 2007

Berikut adalah pelajaran ketiga dari sepuluh pelajaran penting yang didapat dari pidato penuh makna Pak Subroto Bagchi, Chief Operating Officer dari MindTree Consulting India. Pidato selengkapnya dapat dibaca di sini.

OK, pelajaran ketiga berikut ini beliau dapatkan dari sang ibu.

“I have to create a bloom in a desert and whenever I am given a new place, I must leave it more beautiful than what I had inherited”. That was my first lesson in success. It is not about what you create for yourself, it is what you leave behind that defines success.

Kalau diartikan:

“Saya harus membuat bunga mekar di gurun dan dimanapun saya diberikan tempat yang baru, saya mesti meninggalkannya dengan keadaan yang lebih cantik dari apa yang saya dapatkan pertama kali.”. Itu adalah pelajaran pertama saya tentang kesuksesan. Yang penting bukan apa yang anda ciptakan untuk anda sendiri, tetapi apa yang anda tinggalkanlah yang mendefinisikan kesuksesan.

Baca entri selengkapnya »


Membedah Defining Success… The 2nd Lesson

Mei 14, 2007

Postingan hari ini masih membahas pidato yang penuh makna dari Pak Subroto Bagchi, seorang Chief Operating Officer dari MindTree Consulting, India, tentang Mendefinisikan Kesuksesan. Pidato selengkapnya dapat dibaca di sini. Kali ini kita beranjak ke pelajaran kedua yang bisa disarikan dari pidato beliau.

Tiga kalimat berikut mengandung pelajaran kedua yang beliau dapatkan dari sang ayah.

“You should leave your newspaper and your toilet, the way you expect to find it”. That lesson was about showing consideration to others. Business begins and ends with that simple precept.

Yang artinya:

“Anda harus meninggalkan koran (setelah anda membacanya) dan toilet (setelah anda menggunakannya) dengan keadaan yang sama seperti yang anda inginkan ketika anda akan menggunakannya.” Pelajaran ini menekanan bagi kita untuk memberi perhatian terhadap orang di sekitar kita. Bisnis dimulai dan diakhiri dengan prinsip yang sederhana tersebut.

Baca entri selengkapnya »


Membedah Defining Success… The 1st Lesson

Mei 13, 2007

Berikut ini adalah pelajaran pertama yang bisa aku ekstrak dari pidato Pak Subroto Bagchi yang berjudul “Defining Success”.

Pelajaran pertama ada dalam 2 kalimat berikut.

To me, the lesson was significant – you treat small people with more respect than how you treat big people. It is more important to respect your subordinates than your superiors.

Yang berarti:

“Bagi saya, pelajaran itu sangatlah penting – anda memperlakukan orang-orang kecil dengan respek yang justru lebih besar dari pada anda memperlakukan orang-orang yang besar (kecil dan besar di sini berarti kedudukan, bukan ukuran badan). Adalah lebih penting untuk menghormati bawahan-bawahan anda dari pada atasan-atasan anda. “

Dalam pidato beliau, beliau menceritakan di mana sang ayah mengajarkan pada beliau untuk memanggil sopir ayahnya dengan panggilan “dada” yang berarti paman, diikutin dengan nama si sopir.

Pelajaran yang sama beliau praktekan pada kedua anak perempuannya. Beliau bangga pada kedua anaknya karena kedua anak beliau dapat menghidupi pelajaran ini sampai mereka dewasa.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.